Titik6.com-MAKASSAR || Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bontoala menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD) II di Pesantren MDIA, Jalan Lamuru No. 65, selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi ajang pembentukan kader muda Ansor yang militan, berkomitmen menjaga tradisi, membela ulama, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dengan mengusung tema “Meneguhkan Militansi Kader Ansor Sebagai Penjaga Tradisi, Pembela Ulama, dan Pengawal NKRI”, DTD II diharapkan mampu mencetak kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap turun langsung menjawab tantangan sosial-keumatan di tengah masyarakat.
Ketua PAC GP Ansor Bontoala, Muh. Rustam, menegaskan bahwa DTD merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, kehadiran peserta dalam kegiatan ini harus disertai dengan kesungguhan untuk belajar dan berproses secara utuh.
“DTD ini bukan ruang transit. Siapa yang masuk harus siap ditempa, harus pulang membawa bekal dan jiwa perjuangan. Wajib hadir sebagai bagian dari proses kaderisasi yang bermartabat,” ujar Rustam.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Makassar, Muhammad Rizal Burahmat, yang akrab disapa Ketua Ical, hadir langsung membuka kegiatan. Ia menyampaikan bahwa kaderisasi di tingkat kecamatan sangat penting sebagai langkah strategis membangun basis kekuatan organisasi dan mencegah berkembangnya paham radikal di kalangan pemuda.
“Kehadiran Ansor harus menjadi benteng preventif. Kita tidak boleh abai. Pemuda harus hadir dan tampil sebagai solusi — bukan hanya bagi umat, tapi juga bagi bangsa,” tegasnya.
DTD II ini merupakan program kaderisasi wajib yang terus dijalankan oleh PAC GP Ansor se-Kota Makassar. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kader-kader yang memiliki semangat juang, loyalitas terhadap ulama, dan komitmen kebangsaan yang kuat di tengah arus tantangan zaman.
Sumber:Muh Arfandi titik6












