Kades Andi Rajadeng menyambut baik gagasan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk koperasi Merah putih 

Titik6

- Jurnalis

Kamis, 10 April 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titik6.com Jeneponto || Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, dikenal sebagai salah satu sentra penghasil rumput laut di Sulawesi Selatan. Bagi masyarakat desa ini, rumput laut bukan sekadar komoditas, melainkan menjadi sumber penghidupan utama yang menopang ekonomi keluarga.

Kepala Desa Garassikang, Andi Rajadeng Karaeng Jalling, menjelaskan bahwa nilai jual rumput laut sebenarnya cukup tinggi di pasar internasional, namun harga di tingkat petani masih jauh dari harapan.

“Kalau di luar negeri, misalnya di Cina, rumput laut dibeli dengan harga dolar. Bisa saja satu kilogram dibeli lima sampai sepuluh dolar, sementara di sini petani hanya bisa menjual seharga Rp20 ribu per kilogram. Selisih harga ini tentu menjadi keuntungan besar bagi para tengkulak atau pengusaha besar, bukan untuk petani,” ujar Andi Rajadeng saat ditemui di kediamannya, Kamis (10/4/2025).

Kondisi ini menurutnya mencerminkan ketimpangan yang dialami para petani lokal, tidak hanya pada komoditas rumput laut, tetapi juga pada hasil pertanian lainnya seperti jagung. “Sekarang harga jagung di sini hanya sekitar Rp3.000 per kilogram, padahal ada instruksi presiden yang menyebutkan harga jagung harus mencapai Rp5.500. Ini menjadi tantangan bagi kami di desa,” tambahnya.

Baca Juga  Lurah Barombong Giat Melaksanakan Sabtu bersih

Dalam konteks inilah, Andi Rajadeng menyambut baik gagasan Presiden Prabowo Subianto yang berencana membentuk koperasi desa bertajuk Koperasi Merah Putih. Koperasi ini nantinya akan mendapatkan dukungan modal dari pemerintah pusat, dan difungsikan untuk membeli langsung komoditas dari petani dengan harga layak.

“Saya sangat mendukung rencana pembentukan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini nantinya bisa membeli hasil pertanian seperti rumput laut, jagung, dan padi langsung dari petani. Petani tidak perlu lagi bergantung pada tengkulak yang kerap bermain harga,” katanya.

 

Lebih lanjut, Andi Rajadeng menjelaskan bahwa koperasi desa nantinya bisa langsung menjual hasil pertanian ke Bulog, atau bahkan menjalin kemitraan dengan pabrik pengolahan rumput laut di Kabupaten Pangkep. Dengan begitu, nilai jual bisa meningkat karena sesuai dengan kualitas yang dibutuhkan industri.

Selain rumput laut, masyarakat Garassikang juga menggantungkan hidup dari hasil tani seperti jagung dan padi. Namun, hasil pertanian ini sangat bergantung pada musim hujan karena sebagian besar lahan di desa tersebut adalah lahan tadah hujan.

Baca Juga  Di duga serobot lahan,warga Meminta Agar proyek pembangunan perumahan Gren Alim Residence Timbuseng kelurahan Barombong di hentikan 

“Kalau pertanian seperti jagung dan padi, itu musiman. Harus menunggu musim hujan. Sementara rumput laut, dalam waktu 40 hari sudah bisa panen. Artinya, rumput laut lebih cepat memberi hasil,” terangnya.

 

Andi Rajadeng berharap kehadiran koperasi bisa memberikan solusi menyeluruh. Ia bahkan sudah merancang skema bantuan bibit dan pupuk melalui koperasi bagi petani jagung, di mana petani bisa mengajukan pinjaman bibit dan pupuk tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Hasil panen nantinya dibeli oleh koperasi untuk kemudian dijual ke Bulog.

 

“Dengan skema seperti ini, koperasi bisa menjadi penyangga harga. Petani tidak lagi menjual dengan harga murah karena butuh uang cepat. Koperasi akan membeli, menyimpan, dan menjual ke Bulog dengan harga yang wajar,” jelasnya.

Terakhir, ia menegaskan pentingnya integritas dan komitmen kepala desa dalam mengelola koperasi. “Kalau koperasi ini berjalan, saya yakin Indonesia akan lebih maju. Kecuali jika kepala desa hanya ingin memperkaya diri sendiri,” tutup Andi Rajadeng.

Sumber: Mulyadi Karewatang

Berita Terkait

LIKMA Indonesia Aktif Kawal Hukum dan Kebijakan Publik di Sulsel
BUILDING STUDENTS’ CHARACTER: THE GREAT RESPONSIBILITY OF SCHOOLS IN THE MODERN ERA
Legislator Sulsel Luncurkan Siqola.id, Karya Inovatif Pemuda Takalar
Jalan Rusak 5 Km, Warga Golo Ros Pertanyakan Alokasi Anggaran PUPR Matim
Dinas Perhubungan Makassar Pasang Rambu Peringatan di Timbuseng, Tindak Lanjuti Laporan Warga
Kejagung dan KPK Didesak Periksa PT Adhi Karya dan Yan Tahmpani  Proyek Irigasi Rp102 Miliar Disorot
Tujuh KBG Adu Sportivitas, Turnamen Pentakosta St. Sisilia Bahong Banjir Antusias
Pemerintah Dinilai Tutup Mata, Warga Tando Perbaiki Sendiri Jalan Berbahaya ke Sekolah
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:42 WIB

LIKMA Indonesia Aktif Kawal Hukum dan Kebijakan Publik di Sulsel

Senin, 15 Juni 2026 - 17:12 WIB

BUILDING STUDENTS’ CHARACTER: THE GREAT RESPONSIBILITY OF SCHOOLS IN THE MODERN ERA

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:07 WIB

Legislator Sulsel Luncurkan Siqola.id, Karya Inovatif Pemuda Takalar

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:05 WIB

Jalan Rusak 5 Km, Warga Golo Ros Pertanyakan Alokasi Anggaran PUPR Matim

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:22 WIB

Dinas Perhubungan Makassar Pasang Rambu Peringatan di Timbuseng, Tindak Lanjuti Laporan Warga

Berita Terbaru