Titik6.com -Kabupaten Gowa||Warga Kampung ujunga Dusun Bonto Laja Kelurahan Benteng Somba Opu,Bersama Lurah,RT, RW,Dusun ,Babinsa, Babinkantibmas , kecamatan Barombong, melaksanakan giat kerja bakti serta gotong royong memperbaiki jalan amblas di pinggir Anak Sungai Jeneberang.
Seringnya Hujan Deras di sertai banjir menyebabkan pinggir jalan amblas Minggu 25-06-2025.
Pinggir jalan Kampung ujunga Dusun Caranggi kelurahan Benteng somba Opu kecamatan Barombong Amblas akibat curah hujan yang tinggi serta debit air yang terlalu besar.
Warga Kampung ujunga khawatir jika sewaktu-waktu jalan tersebut amblas bilamana musim hujan di sertai banjir akan tiba sehingga di laksanakan giat kerja bakti dan gotong royong.
Pemasangan pagar, penahan tanah sebagai langkah warga Kampung ujunga untuk mengantisipasi,serta memperkuat tanggul pinggiran sungai yang setiap saat di lewati warga sebagai akses jalan.
Tanah warga yang berada di pinggir Sungai Kampung Ujunga, Dusun Caranggi, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mengalami abrasi. Tanah yang tergerus arus Anak Sungai Jenneberang itu lebarnya sekitar 4 meter dan panjangnya sekitar 125 meter.
abrasi tersebut mengancam puluhan rumah warga setempat. Salah satu warga, Hasbullah Daeng Sutte (70 thn) mengatakan,Jika pemerintah kabupaten Gowa Tidak Melakukan Tindakan,maka Puluhan Rumah Terancam akan terkena Abrasi yang merugikan warga.
Hasbullah Daeng Sutte Menyampaikan dirinya sudah beberapa kali menyampaikan kepada pihak pemerintah kabupaten Gowa,dan beberapa anggota dewan pun pernah melakukan survey lokasi yang terkena Abrasi,namun sampai detik ini belum juga ada tindakan untuk melakukan perbaikan.
,”iya pak saya dari tahun 2000 kami sudah menyampaikan bahkan bapak dewan terhormat, yang kami anggap sebagai penyambung lidah dan aspirasi kami sudah turun meninjau,namun belum ada juga perbaikan pak.
Harapan masyarakat kampung ujunga.Harapan kami pak semoga dengan kegiatan hari ini, pemerintah kabupaten Gowa dan instansi terkait khususnya balai Pompengan jenne berang bisa secepatnya memperbaiki tanggul pinggiran sungai yang ada dekat dengan rumah kami, pungkasnya.”
Lain halnya dengan warga inisial (DR) yang tak mau disebut identitasnya mengatakan, Pemerintah kabupaten Gowa dan gubernur provinsi Sulawesi Selatan mungkin Masi Tidur,klo bisa tolong bangunkan pak,kami sudah capek dengan janji katanya,”dengan nada kecewa.”
Di sisi lain Lurah benteng somba Opu Kamariah A,M.D. di selah selah kegiatan kerja bakti,Mengatakan terkait Amblasnya pinggir sungai Jeneberang yang terkena Abrasi,itu sudah di usulkan melalui Musrenbang,namun kembali lagi para pemegang dan penentu kebijakan.
kami sebagai pemerintah paling bawah hanya bisa mengusulkan, terilisasi atau tidaknya bukan kami yang menjadi penentu.namun kami berharap bisa secepatnya di lakukan perbaikan sebelum adanya korban masyarakat yang berada di lingkungan sekitar.
Kamariah Lurah benteng somba Opu juga menambahkan,klo kondisinya seperti ini maka kami harus melakukan tindakan, yaitu bersama-sama warga melakukan gotong-royong untuk penanggulangan sementara,yaitu memasang patok Selasar dari bahan bambu.
Sumber dana melalui partisipasi masyarakat yang mana di samping pinggiran sungai di jadikan akses jalan umum.iya berkomitmen untuk menjaga lingkungan serta amanah yang di berikan akan berusaha semaksimal mungkin.tutupnya.”












