Titik6.com-MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus mendorong terobosan dalam pengelolaan sampah dan pelayanan publik berbasis teknologi. Salah satu inovasi terbaru adalah program konversi nilai sampah rumah tangga menjadi potongan tagihan listrik. Program ini mulai diuji coba di Kecamatan Manggala, dengan target selesai pada Agustus 2025.

Wali Kota Makassar *Munafri Arifuddin*, atau yang akrab disapa *Appi*, menyampaikan hal tersebut usai melaunching *Program Iuran Sampah Gratis* di depan Hotel Novotel, Jalan Jenderal Sudirman, pada Minggu, 29 Juni 2024.

“Kita ingin pastikan data-data yang kemarin dikumpulkan bisa segera dijalankan. Program ini dimulai dari rumah-rumah yang sudah memenuhi persyaratan, dengan KWH listrik atas nama sendiri, bukan pinjaman,” ujar Appi di hadapan awak media.
Tahap awal akan difokuskan di Kecamatan Manggala. Pemkot tengah menghitung potensi kenaikan daya dari *450 VA menjadi 900 VA* secara bertahap, menyesuaikan dengan hasil validasi dan kesiapan infrastruktur.
Lebih dari sekadar peningkatan daya listrik, program ini juga menjadi strategi Pemkot untuk memberikan *insentif langsung kepada masyarakat* yang aktif memilah dan menyetor sampah. Sampah tersebut dikonversi menjadi nilai ekonomis yang digunakan untuk membayar sebagian biaya listrik.
“Nantinya, nilai sampah akan dihitung, dan bisa digunakan untuk menutup sebagian tagihan listrik yang lebih tinggi. Ini kita trial bulan ini, dan semoga bulan 8 (Agustus) semuanya sudah rampung,” terang Appi.
Sebagai penunjang, rumah-rumah yang mengikuti program akan dipasangi *Stiker dan barcode*. Tujuannya, agar petugas bisa mendeteksi rumah yang aktif dan sesuai data, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan bantuan.
Appi menambahkan bahwa pendekatan ini bukan semata soal persepsi publik, melainkan langkah sistematis yang berbasis regulasi dan pengawasan ketat. Ujung dari seluruh rangkaian ini adalah peningkatan kualitas layanan *sanitarian*, serta pengurangan *residu lingkungan* di Kota Makassar.
“Pelayanan harus terus ditingkatkan. Ini cara baru kita melihat masalah sampah, bukan sekadar urusan kebersihan, tapi juga urusan energi dan kesejahteraan,” pungkasnya.
Sumber: Muh Arfandi titik6












