Makassar Uji Konversi Sampah Jadi Listrik: Manggala Jadi Wilayah Awal Penerapan

Titik6

- Jurnalis

Minggu, 29 Juni 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titik6.com-MAKASSAR || Pemerintah Kota Makassar terus mendorong terobosan dalam pengelolaan sampah dan pelayanan publik berbasis teknologi. Salah satu inovasi terbaru adalah program konversi nilai sampah rumah tangga menjadi potongan tagihan listrik. Program ini mulai diuji coba di Kecamatan Manggala, dengan target selesai pada Agustus 2025.

Wali Kota Makassar *Munafri Arifuddin*, atau yang akrab disapa *Appi*, menyampaikan hal tersebut usai melaunching *Program Iuran Sampah Gratis* di depan Hotel Novotel, Jalan Jenderal Sudirman, pada Minggu, 29 Juni 2024.

“Kita ingin pastikan data-data yang kemarin dikumpulkan bisa segera dijalankan. Program ini dimulai dari rumah-rumah yang sudah memenuhi persyaratan, dengan KWH listrik atas nama sendiri, bukan pinjaman,” ujar Appi di hadapan awak media.

Baca Juga  Kapolrestabes Bersama Ketua DPRD Makassar Silaturahmi dengan Pengurus FKPM 

Tahap awal akan difokuskan di Kecamatan Manggala. Pemkot tengah menghitung potensi kenaikan daya dari *450 VA menjadi 900 VA* secara bertahap, menyesuaikan dengan hasil validasi dan kesiapan infrastruktur.

Lebih dari sekadar peningkatan daya listrik, program ini juga menjadi strategi Pemkot untuk memberikan *insentif langsung kepada masyarakat* yang aktif memilah dan menyetor sampah. Sampah tersebut dikonversi menjadi nilai ekonomis yang digunakan untuk membayar sebagian biaya listrik.

“Nantinya, nilai sampah akan dihitung, dan bisa digunakan untuk menutup sebagian tagihan listrik yang lebih tinggi. Ini kita trial bulan ini, dan semoga bulan 8 (Agustus) semuanya sudah rampung,” terang Appi.

Baca Juga  Mantan anggota PPS Tak Terima Keputusan KPU Merasa ada ketidak adilan dalam keputusan KPU

Sebagai penunjang, rumah-rumah yang mengikuti program akan dipasangi *Stiker dan barcode*. Tujuannya, agar petugas bisa mendeteksi rumah yang aktif dan sesuai data, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan bantuan.

Appi menambahkan bahwa pendekatan ini bukan semata soal persepsi publik, melainkan langkah sistematis yang berbasis regulasi dan pengawasan ketat. Ujung dari seluruh rangkaian ini adalah peningkatan kualitas layanan *sanitarian*, serta pengurangan *residu lingkungan* di Kota Makassar.

“Pelayanan harus terus ditingkatkan. Ini cara baru kita melihat masalah sampah, bukan sekadar urusan kebersihan, tapi juga urusan energi dan kesejahteraan,” pungkasnya.

Sumber: Muh Arfandi titik6

Berita Terkait

LIKMA Indonesia Aktif Kawal Hukum dan Kebijakan Publik di Sulsel
BUILDING STUDENTS’ CHARACTER: THE GREAT RESPONSIBILITY OF SCHOOLS IN THE MODERN ERA
Legislator Sulsel Luncurkan Siqola.id, Karya Inovatif Pemuda Takalar
Jalan Rusak 5 Km, Warga Golo Ros Pertanyakan Alokasi Anggaran PUPR Matim
Dinas Perhubungan Makassar Pasang Rambu Peringatan di Timbuseng, Tindak Lanjuti Laporan Warga
Kejagung dan KPK Didesak Periksa PT Adhi Karya dan Yan Tahmpani  Proyek Irigasi Rp102 Miliar Disorot
Tujuh KBG Adu Sportivitas, Turnamen Pentakosta St. Sisilia Bahong Banjir Antusias
Pemerintah Dinilai Tutup Mata, Warga Tando Perbaiki Sendiri Jalan Berbahaya ke Sekolah
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:42 WIB

LIKMA Indonesia Aktif Kawal Hukum dan Kebijakan Publik di Sulsel

Senin, 15 Juni 2026 - 17:12 WIB

BUILDING STUDENTS’ CHARACTER: THE GREAT RESPONSIBILITY OF SCHOOLS IN THE MODERN ERA

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:07 WIB

Legislator Sulsel Luncurkan Siqola.id, Karya Inovatif Pemuda Takalar

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:05 WIB

Jalan Rusak 5 Km, Warga Golo Ros Pertanyakan Alokasi Anggaran PUPR Matim

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:22 WIB

Dinas Perhubungan Makassar Pasang Rambu Peringatan di Timbuseng, Tindak Lanjuti Laporan Warga

Berita Terbaru