Titik6.com-Makassar ||untuk memperkokoh persatuan ke keanekaragaman, keuskupan Agung makasar melalui komisi kerawang,-GAK, (Hubungan antar agama dan kepercayaan)
Mengelar acara silaturahim dan mengelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan dialog,
Mendaratkan deklarasi bersama istiqlal 2024 meneguhkan,kerukunan umat beragama untuk Kemanusiaan acara yang berlangsung di Aula KAMS, di Jl, MH, tamrin, no 57 Makassar.(10-3-2025)
Kegiatan ini dihadiri berbagai Organisasi ke kepemudaan lintas agama, majelis-majelis agama, kementrian agama Sulawesi Selatan, FKUB sul-sel,dan FKUB Kota Makassar,
Kegiatan ini menjadi momentum yang baik,dan penting untuk menelaah mengimplementasikan gagasan dari Deklarasi Istiqlal 2024 sul-sel.
Dengan segala keragamannya diharapkan dapat menjadi model toleransi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat mempersatukan dalam keberagaman,Merujuk kebersamaan, mengokohkan persatuan,
Dalam dialok ini, berbagai tokoh lintas agama dan organisasi kepemudaan menyampaikan pandangan serta harapan mereka untuk membangun harmoni sosial,,,
Pastor Albrt Arina, ketua komisi Karawang -HAK- KAMS,,,,menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar Seremonial,, tetapi langkah nyata dalam mempererat persaudaraan,,
“Deklarasi istiqlal adalah momentum berharga untuk memperkuat persatuan, Agama- agama memiliki nilai dan kekuatan besar untuk meredam konflik dan membangun perdamaian. Mari kita bergandeng tangan , Bersama-sama sama menjaga kerukunan dan kedamaian di negari ini,, ujarnya,..
Pesan pemuda
Heriyawan,, ketua pemuda Muhammadiyah sul-sel,, menyoroti pentingnya edukasi digital dalam menjaga toleransi,, “Di era digital, kita harus, cerdas dalam memanfaatkan”Media”untuk menyebarkan pesan perdamaian,,,jangan sampai tekhnologi justru di gunakan untuk menyebarkan kebencian, ini tantangan bagi kita semua”, tegasnya,,,,
Sementara itu, candra Guna Laksamana, ketua DPP peradah Indonesia sul-sel, mengingatkan bahwa isu lingkungan dengan kemanusiaan adalah tanggungjawab bersama.”Dalam ajaran semua agama, keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan sangat penting.
Keberagaman beragama harus di rawat,bukan hanya dalam kehidupan sosial,tetapi juga, dalam menjaga lingkungan, yang menjadi Rumah kita bersama “.ungkapnya..
Dari perspektif Katolik, perwakilan pemuda Katolik,menekankan bahwa kolaborasi lintas Agama harus terus di perkuat, “kita semua memiki misi yang sama yaitu membangun solidaritas dan menjawab tantangan zaman.generasi muda harus lebih berani untuk mengambil peran dalam menjaga harmoni, ” Katanya.
Masa depan Indonesia yang lebih toleran, Dengan semangat kebersamaan, para peserta dialok sepakat untuk terus berperang aktif dalam merawat keberagaman, Harapannya,, Sul-sel bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menciptakan masyarakat yang damai, toleran dan Harmonis “.
Lebih dari sekedar pertemuan , acara ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan bangsa yang lebih bersatu, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan memperkirakan jalinan persaudaraan di tengah perbedaan.
Mari kita bersama- sama menjaga keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah. Sebab, dalam Harmoni, kita menemukan makna sejati dari kebersamaan.
Sumber: Mulyadi Titik6












