Titik6.com-Makassar||Kegaduhan terjadi pada level pemerintahan tingkat bawah di Kota Makassar. Menjelang wacana Pemiluraya RW, RT sekota Makassar yang akan dilaksanakan setelah penetapan APBD Perubahan Mendatang. Bagaimana tidak Di dalam pernyataan walikota Makassar Munafri Arifuddin beberapa waktu yang lalu dengan tegas mengatakan.
Penegasan walikota Makassar
Bahwa Penunjukan Pj Ketua RT/RW dipilih langsung oleh camat dan lurah, dengan mengedepankan prinsip netralitas agar Pj RT/RW tidak terlibat dalam pemilihan langsung Ketua RT/RW.
Pernyataan walikota Makassar
“Kita berharap mereka dapat menjaga kondusifitas wilayah, terutama dalam hal kebersihan lingkungan, berkoordinasi dengan lurah dan camat,” lanjut Munafri.Tentunya tugas Pj RT/RW juga termasuk mempersiapkan Pemilu yang akan dilaksanakan setelah penetapan APBD Perubahan.dalam kutipan detik.com
Pernyataan walikota jelas mendasar pada perwali no 1058/188.4.45/2025
Pada halaman 3 no 3 Mengangkat Pejabat Sementara Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga melalui usulan lurah di ketahui camat di tetapkan oleh kepala Daerah.
Namun Hal ini tidak terlaksana dengan adanya sekelompok tiem pemenang yang mengatasnamakan canvaser Merekomendasikan nama-nama Calon PJ RT RW Tanpa sepengetahuan kepala kelurahan.hal ini terungkap dengan percakapan via wabsab dengan lurah Barombong.
Lurah Barombong
Lurah Barombong Heru Nugraha s.stp Tidak tahu menahu tentang usulan rekomendasi pejabat PJ RT RW.
Komunitas komplit.B
Hal ini membuat geram ketua komunitas peduli masyarakat Barombong Komplit B Basri Tahir,iya menyampaikan jika dirinya sangat kecewa dengan beberapa oknum tiem canvaser.
yang di duga sengaja ingin mengacaukan tatanan sistem demokrasi yang sudah di buat. sudah jelas tertera pada perwali.ini kan membuat kegaduhan tanpa mengedepankan sistem budaya sipakatau, sipakainga.
Kegaduhan
,”kami atas nama komunitas peduli masyarakat Barombong komplit b tidak menerima dengan adanya rekomendasi dari tiem canvaser,ini tidak menjujung tinggi nilai nilai budaya kita di Barombong dan ini sangat berdampak buruk bagi kami masyarakat Barombong khususnya, bagaimana tidak ada PJ RT yang tidak tau baca tulis di tunjuk jadi PJ RT,ada juga imam RW yang di tunjuk jadi RT kan gaduh klo begini modelnya pak .ucapnya.”
DPC Likma Indonesia
disisi lain DPC likma Indonesia kota Makassar Agus Mappigau Memberikan keterangan yang sama dalam pernyataannya ke awak media,ini tidak boleh di biarkan terjadi tentunya sudah tidak mendasar dan tidak memiliki tatakrama dalam bermasyarakat.
Bagaman tidak jika kemudian ini terjadi tunjuk menunjuk tanpa melalui mekanisme yang sudah di atur Perwali sama saja dengan melawan peraturan walikota Makassar terpilih.
Tentunya kita harus menghargai itu sebagai masyarakat jangan lagi membuat kegaduhan di kota Makassar khususnya kelurahan Barombong ini,kenapa sih harus melalui tiem sukses atau tiem apalah namanya,kan politik sudah selesai.
Kita harus mengetahui bahwa melakukan suatu musyawarah dengan beberapa tokoh masyarakat perwilayah kemudian hasil dari pada musyawarah itu, yang menjadi bahan acuan kepala kelurahan Barombong dan camat Tamalate,bukan lagi menggunakan tiem canvaser,atau tiem sukses.
Menurut saya dengan menggunakan team canvaser menunjuk pj RW RT maka kedepannya akan rancuh,dan akan berlanjut seterusnya.
,”jelas karena apa bedanya dengan sistem pemerintahan sebelumnya yang melakukan penunjukan PJ RT RW tanpa melalui musyawarah terlebih dahulu.
Untuk itu sebagai masyarakat saya Agus Muhammad Mappigau DPC likma Indonesia akan menyurat ke walikota Makassar terpilih untuk membatalakan calon PJ RT RW yang di duga tidak melalui musyawarah.tutupnya
Pernyataan canvaser kel Barombong
Dari hasil wawancara tiem canvaser kelurahan Barombong Cristina yang di kenal mba Ina, menyampaikan melalui via wabsab,bahwa dirinya hanya menerima instruksi dan perintah dari konsultan tiem pemenang canvaser agar menunjuk nama-nama yang di rekomendasikan oleh canvaser kelurahan Barombong tanpa harus berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
,”iya pak saya memang yang minta kepada tiem canvaser perwilayah agar merekomendasikan nama-nama calon PJ RT RW itu atas perintah dari konsultan pemenang canvaser di kota Makassar.saya canvaser kelurahan Barombong mas.
dan itu juga tanpa sepengetahuan pihak kelurahan,kan saya hanya di perintah pak. Saya kasi no telpon korcam ya.tutupnya” Dalam wawancara dengan awak media titik6.com












