Titik6.com|| MAKASSAR – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri Makassar yang berlokasi di Jalan Meranti No.1, Kecamatan Panakkukang, terus memperkuat pengembangan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari upaya transformasi menuju sekolah berstandar internasional.
Langkah tersebut ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan kolam renang di kompleks sekolah, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus yayasan, tenaga pendidik, orang tua siswa, serta sejumlah tamu undangan.
Ketua Yayasan SIT Darul Fikri Makassar, Rasyidin Adnan, mengatakan pembangunan kolam renang ini menjadi sarana pendukung pembelajaran sekaligus wadah pengembangan minat dan bakat siswa.
Ia menjelaskan, kolam dewasa akan dibangun dengan ukuran 15 x 7 meter dengan kedalaman 1,2 hingga 1,4 meter. Sementara kolam anak-anak berukuran 3 x 6 meter dengan kedalaman rata 0,8 meter.
Selain pembangunan fasilitas, SIT Darul Fikri Makassar juga memperkuat kolaborasi kelembagaan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan. Melalui kerja sama tersebut, sekolah ini resmi menjadi lembaga pendidikan binaan MUI Sulsel.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan generasi muda agar tidak hanya unggul dalam riset, sains, dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, serta pendidikan berbasis Al-Qur’an dan tahfiz,” ujar Rasyidin.
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, pihak sekolah juga melakukan penyematan tanda Duta Ulama Indonesia kepada para santri.
Rasyidin menambahkan, SIT Darul Fikri Makassar saat ini tengah menjalankan proses transformasi menuju sekolah internasional sesuai visi yang telah ditetapkan.
“Kami berikhtiar dan saat ini proses menuju sekolah internasional sudah berjalan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa yayasan baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga pendidikan di Jakarta untuk membuka peluang beasiswa bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri.
Menurutnya, peluang tersebut mencakup perguruan tinggi di Jepang, Australia, Selandia Baru, Turki, dan Jerman. Bahkan, sejumlah alumni SIT Darul Fikri telah melanjutkan studi di Arab Saudi, Mesir, dan Jerman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengapresiasi pembangunan kolam renang tersebut. Ia menilai fasilitas ini dapat mendukung pengembangan potensi siswa di luar pembelajaran akademik.
“Pengembangan bakat dan minat anak sangat penting, tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Achi juga menilai tenaga pendidik di SIT Darul Fikri Makassar telah memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Selain itu, sinergi antara yayasan, guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa dinilai berjalan dengan baik.
Ia pun merekomendasikan sekolah tersebut kepada masyarakat yang menginginkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam bagi anak-anak mereka.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara SIT Darul Fikri dan MUI Sulawesi Selatan, penganugerahan Duta Muda MUI, serta pemberian penghargaan Nobel Parents yang berlangsung di Aula Sakinah SIT Darul Fikri Makassar.
Sumber: Fajar Ahmad Wahyuddin












