Dirintis Sejak 1995, Pantai Angin Mammiri Jadi Simbol Kemandirian Warga Tanjung Merdeka.

Titik6

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titik6.com||Makassar – Semangat gotong royong terus terjaga di kawasan wisata Pantai Angin Mammiri yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Destinasi pesisir ini dikelola langsung oleh kelompok masyarakat setempat secara turun-temurun dan menjadi contoh nyata pengelolaan wisata berbasis komunitas.

“Histori berdirinya KSP”

Pantai Angin Mammiri pertama kali berdiri dan digagas oleh putra daerah setempat, Page Dg Gessa, pada tahun 1995.

Sejak awal berdirinya, kawasan ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat sekitar sebagai sumber ekonomi dan ruang publik bersama.

Dalam perjalanannya, pengelolaan pantai sempat berada di bawah naungan LKMD (Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa).

Seiring waktu dan dinamika organisasi, pengelolaan kemudian beralih ke LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) dengan sistem kontribusi dari karcis masuk pengunjung sebagai sumber pendapatan operasional.

Proses Rembuk Warga”

Melalui proses rembuk warga Angin Mammiri, masyarakat sepakat melakukan pembaruan struktur pengelolaan.

Hingga akhirnya, pengelolaan resmi beralih kepada Kelompok Sahabat Page (KSP), sebuah organisasi mandiri yang memiliki legalitas resmi dan berdiri sendiri.

KSP dibentuk pada Minggu, 7 Desember 2025, sebagai bentuk komitmen baru dalam memperkuat tata kelola wisata berbasis masyarakat.

“Legilitas KSP”

Legalitas Kelompok Sahabat Page (KSP) telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) dengan Nomor: AHU-0003123.AH.01.22 Tahun 2025, berdasarkan akta pendirian yang dibuat pada 30 Desember 2025 dan telah tercatat dalam Sistem Administrasi Badan Usaha.

Saat ini, KSP dipimpin oleh Muhammad Yusuf Dg Ngoyo sebagai Ketua Kelompok Sahabat Page, yang menjadi penerus perjuangan pendiri sebelumnya dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan Pantai Angin Mammiri.

Baca Juga  Ribuan Obor Terangi Makassar: Wali Kota Resmi Lepas Pawai Muharram dari Al-Markaz

Hingga kini, tradisi kerja bakti rutin masih menjadi agenda utama warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian pantai.

Setiap akhir pekan, warga dari berbagai kalangan—mulai dari pemuda, ibu rumah tangga, hingga para tokoh masyarakat—turun langsung membersihkan area pantai, memperbaiki fasilitas umum, serta menata kawasan agar tetap nyaman bagi wisatawan.

“Sejak dulu, pantai ini kami jaga bersama. Tidak ada pihak luar yang mengelola. Semua murni swadaya masyarakat. Kami ingin warisan ini tetap lestari untuk anak cucu,” ujar Muhammad Yusuf Dg Ngoyo saat ditemui di sela kegiatan kerja bakti, Minggu (15/2/2026).

Program “Sampah Jadi Emas”

Selain kerja bakti rutin, kelompok pengelola juga memiliki program unggulan bertajuk “Sampah Jadi Emas”.

Program ini mendorong warga dan pelaku usaha di sekitar pantai untuk memilah sampah, terutama sampah plastik dan anorganik, yang kemudian ditabung dan ditukar menjadi nilai ekonomi melalui sistem bank sampah.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut bekerja sama dengan PT Pegadaian sebagai mitra pengelolaan tabungan emas.

Sampah yang telah dipilah dan memiliki nilai jual dikonversi menjadi saldo tabungan, yang selanjutnya dapat ditransformasikan menjadi tabungan emas melalui skema yang difasilitasi Pegadaian.

Kerja sama ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat, karena sampah tidak hanya bernilai rupiah tetapi juga dapat menjadi investasi jangka panjang dalam bentuk emas. Program tersebut juga mendorong kesadaran finansial warga sekaligus memperkuat budaya menabung.

Baca Juga  Puluhan Tahun Merantau, Suardi Pria Asal Makassar Pulang Kampung Membangun Masjid untuk Mendiang Kedua Orang Tuanya

Dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas wisata, seperti pembangunan gazebo, penyediaan tempat sampah terpilah, hingga perbaikan akses jalan menuju kawasan pantai.

Program ini dinilai efektif dalam menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kembangkan Urban Farming”

Tak hanya fokus pada kebersihan pantai, warga juga mengembangkan program urban farming di lahan kosong sekitar kawasan wisata.

Berbagai tanaman seperti cabai, tomat, kangkung, dan sayuran hijau lainnya dibudidayakan secara organik.

Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan warung-warung makan di sekitar pantai, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Bahkan, beberapa wisatawan diajak belajar langsung cara menanam sebagai bagian dari paket wisata edukasi lingkungan.

“Perkuat Kelompok Tani”

Sebagian warga di Kelurahan Tanjung Merdeka juga tergabung dalam kelompok tani yang terintegrasi dengan pengelolaan wisata.

Kelompok ini berperan dalam menjaga ketahanan pangan lokal serta memasok kebutuhan bahan pangan bagi pelaku usaha di kawasan Pantai Angin Mammiri.

Sinergi antara sektor pariwisata, pengelolaan lingkungan, dan pertanian tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan warga tanpa mengabaikan kelestarian alam.

Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga sejak 1995 hingga kini, Pantai Angin Mammiri tidak hanya menjadi destinasi wisata bahari di Kota Makassar, tetapi juga simbol kekuatan masyarakat pesisir dalam mengelola aset daerah secara mandiri, legal, inovatif, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Oknum Guru SD Temboe Diduga Cemarkan Nama Baik Warga, Tuduhan Pencurian Emas Berujung Laporan Polisi
Distribusi Beras Bantuan Disorot, Oknum Kelurahan Barombong Diduga Ambil Alih Peran Bulog 
Purnabakti Penuh Haru, H. Amiruddin Tinggalkan Jejak Pengabdian Ikhlas dan Keteladanan di Pangkep”
SIT Darul Fikri Makassar Bangun Kolam Renang, Perkuat Transformasi Sekolah Internasional
Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar Diduga Menghindari Wartawan Saat Diminta Klarifikasi
Pendaftaran Santri Baru Dibuka! Saatnya Anak Anda Menjadi Penghafal Al-Qur’an di PPTQ Daarul Huffadz Gowa”
RW–RT Sekelurahan Barombong Berbagi Takjil, Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci Ramadhan
Kasus Kematian Afif Siraja Dipertanyakan, PBHI Sulsel Minta DPR RI Gelar RDP
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 15:43 WIB

Oknum Guru SD Temboe Diduga Cemarkan Nama Baik Warga, Tuduhan Pencurian Emas Berujung Laporan Polisi

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:16 WIB

Distribusi Beras Bantuan Disorot, Oknum Kelurahan Barombong Diduga Ambil Alih Peran Bulog 

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:28 WIB

Purnabakti Penuh Haru, H. Amiruddin Tinggalkan Jejak Pengabdian Ikhlas dan Keteladanan di Pangkep”

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:58 WIB

SIT Darul Fikri Makassar Bangun Kolam Renang, Perkuat Transformasi Sekolah Internasional

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:21 WIB

Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Makassar Diduga Menghindari Wartawan Saat Diminta Klarifikasi

Berita Terbaru